twitter
rss



Memasuki tahun ajaran 2016-2017, Pembina Yayasan Pendidikan Nasional "Swadaya" menetapkan visi Yayasan sebagai berikut:
“menjadi badan hukum terbaik
pengelola pusat unggulan pendidikan
di Kota Bandung.”
Pembina selanjutnya akan menyusun mission statements yang berbobot (memadai bebannya), mengandung tantangan yang berkemungkinan (possible) untuk dicapai, mengundang gairah (passion) berkarya, serta terukur pelaksanaan dan pencapaiannya. Pekerjaan merancang “pernyataan MISI” ini sekarang sedang dalam tahap pengumpulan data, survey, dan riset.
Perubahan visi-misi Sekolah Swadaya otomatis akan menyesuaikan fungsi-fungsi organisasi Pengurus. Kaidah alam menyatakan bahwa perubahan itu pasti. Perbedaannya hanya pada posisi kita sebagai subyek, atau obyek, atau efek/dampak perubahan, yang pasti dan selalu terjadi itu. Perbedaan bergantung kepada persiapan dan kesiapan unsur-unsur organisasi maupun organisasi secara keseluruhan.
Dalam jangka pendek, Pembina menyusun program persiapan menuju VISI tersebut di atas. Program jangka pendek berdurasi 2 tahun ini disebut PRISMA, yaitu Program Revitalisasi Swadaya Maju.
Selayaknya Pengurus yang sekarang bertugas dapat memposisikan diri sebagai subyek perubahan fungsi. Kuncinya, ya itu tadi, persiapan dan kesiapan. Persiapan dan kesiapan seseorang itu akan menempatkannya ke dalam pilihan tindakan, yaitu formulasi (subyek), antisipasi (obyek), serta hibernasi atau eliminasi (efek).
Persiapan mendasar yang dituntut dari organisasi Pengurus adalah pemahaman atas nilai-nilai manajemen Yayasan yang baru yang disebut CETARR, yaitu:

  • Credible
  • Evaluable
  • Transparant
  • Accountable
  • Reliable
  • Real-time.

Sebagai tahap pertama, nilai-nilai CETARR ini diterapkan pada manajemen keuangan. Kemudian akan dilanjutkan pada manajemen program. Manajemen keuangan CETARR diimplementasikan dalam program CMS ( Cash Management System), sedangkan manajemen program CETARR akan diimplementasikan dalam program Internet of Thing.

0 komentar:

Posting Komentar